Rabu, 30 Oktober 2013

Vina Anggraini The Story 3

Hari ini adalah hari pertamaku kuliah. Dan aku tak mau terlambat karna alasan apapun. Untuk itu aku lekas bangun dan menyiapkan diriku untuk kampus. Serta membantu tante prita menyiapkan sarapan. Setelah aku siap dengan diriku aku langsung pergi kedapur. Namun langkahku tiba-tiba terhenti bahkan jauhdari dapur dan meja makan. Dari balik tirai pintu ruang makan. Aku melihat tante prita dan om endru yg  begitu kompak dan romantis. Mengingatkanku pada orang tuaku dikampung. Tanpa kusadari air mataku menetes begitu saja. Yeach bagaimana pun aku tak bisa lepas dari takdirku sebagai anak bungsu.

"Hey vina ayok sini kita sarapan bareng!" Ajak om endru

"Iya ntar kamu telat lagi" tambah tante prita

Aku hanya mengangguk pelan dan berjalan kearah mereka.

"Mmm vina kamu tidak makan??" Tanya tante prita

"Ach jangan jangan masakan tante kamu gak enak ya??" Tambah om endru

"Aach.. gak kok om, tan, enak...... hanya saja aku terlalu gugup" jawabku jujur

"Gugup??" Tanya tante prita. Setelah itu mereka saling berpandangan keheranan dengan perkataanku.

"Iya tan. Ini kali pertamaku dijakarta. Aku harus menjalani ospek alaanak-anak jakarta. Hach... ngebayanginnya aja buat aku gugup gini. Apa lagi..." aku tak berani melanjutkan kata kataku

" vin apa yang kamu fikirkan terkadang tidaklah menjadi kenyataan. Walaupun itu nanti menjadi nyata. Bagaimana pun kamu tidak boleh lari. Itu adalah hal-hal lumrah yg akan kamu temui dijalan hidupmu. Jadi kamu tidak boleh takut apa lagi sampai berfikir untuk mundur" terang om endru yang menyadarkanku akan tujuanku kejakarta.

"Ya sudah. Ayok kalian bergegas, biar kalian gak telat" printah tante prita

"Siap bos!" Jawab om endru bak seorang prajurit. Sedang aku menjawabnya hanya dengan senyum simpul khasku.

Layaknya seorang istri, tante prita melepas kami pergi hingga menuju mobil. Dan melambaikan tangan pada kami. Usut punya usut, hal itu telah dilakukan tante prita bahkan ketika mereka masih pacaran.

Akhirnya hari pertamaku OSPEK pun dimulai. Berdasarkan dari surat yang kuterima. Aku mendapat kelas 1b. Teman sekelas pun sudah kudapat. Walau masih belum begitu akrab. Selain itu, sifatku yang sangat susah beradaptasi dengan orang baru juga mempengaruh.

Tak lama seorang wanita mengenakan almamater datang dan menyuruh kami berkumpul di lapangan. Tanpa banyak bertanya kami pun menuju ke lapangan. Ternyata disana telah berkumpul semua peserta OSPEK. kami disuruh berbaris rapi dan memakai perlengkapan konyol ala OSPEK. Tak lama seorang pria berdiri didepan umum dan berkata dengan lantang "dengar!!! Hari ini kalian dikumpulkan disini untuk OSPEK bukan untuk bersenang-senang. Kalian akan mengikuti semua kegiatan ospek selama 3 hari penuh. Tanpa terkecuali. Namun sebelum kita memulai. Ketua senat kita akan memberikan kalian pengarahan. Dengarkan pengarahan ketua senat, jika kalian ingin aman dalam pelaksanaan OSPEK".

Tak lama pria itu turun dan ketua senat pun melangkah ke arah stik mic. "Selamat pagi semua!!!". Sapanya.

"Pagi...!" Jawab kami kompak.

"HAch..! Cowo itu??... jadi dia kuliah disini. Dan dia ketua senat??"kataku dalam hati. Betapa kagetnya aku ketika aku bisa melihatnya kembali. Ntah kenapa aku jadi begitu bahagia. Seperti seorang istri prajurit yg bahagia melihat suaminya pulang setelah memenangkanperang. Dan yang gilanya lagi aku seperti melihat dia berubah menjadi lampu neon. Sangat bercahaya. Hingga aku benar benar terpana akan pesonanya. Hingga jujur aku tak tau apa yg dikatakannya.

Setelah acara baris berbaris selesai, kami pun langsung menjalani jadwal OSPEK hari pertama. Dari yang lucu, konyol, gila, sampai yang dramatis pun kami lalui hari ini. Jujur hari ini begitu melelahkan. Padahal masih hari pertama.

Sesuai janji om endru, aku tetap menunggunya didepan kampus. 1 jam, dua jam pun berlalu sosok om endru tak juga nongol-nongol. Aku yang tak punya handphone, tak bisa apa apa selain memutuskan untuk pulang dengan modal nekat. Yeach berhubung aku tidak tahu jalan pulang. Dari kampus aku hanya berjalan hingga menuju halte.Berharap ada orang yang berbaik hati sekaligus mengetahui arah jalan kerumah.

Ketika tengah berjalan dan melihat sekitar. Berharap aku akan melihat taxi. Namun hal itu malah membuat aku lengah dan menabrak seseorang.

"Bruk" begitulah kira kira bunyinya.

"Aduch" terdengar suara yg sepertinya familiar ditelingaku.

"Aduch.. maaf... maaf!" Kataku karna kutahu aku yang salah. Ternyata ketika aku benar benar melihat kearah wajahnya. Astaga.. aku benar benar kenal wajah itu. Namun karna aku takut ia lupa padaku, aku hanya diam saja.

"Ach!! Kamu??" Katanya yang kutahu dari papan nama di dadanya bernama Berlian Abraham. Aku benar benar kaget ternyata ia masih ingat padaku.

"Ngapain kamu ada disini?? Kamu gak tersesat lagi kan??" Tambahnya lagi.

" maaf kak. Sepertinya kita selalu bertemu disaat yg gak tepat ya??"

"Jadi benar kamu kesasar??"

Karna terlalu malu aku hanya bisa mengangguk dengan pipi yang mulai kemerahan.

"Hahaha... kamu lucu banget sich apa lagi saat pipimu memerah"

Sumpah mendengarnya membuat jantungku memompa darah jauh lebih cepat hingga membuat pipiku tidak lagi merah merona. Tapi lebih mirip udang rebus. Melihat wajahku yang semakin memerah membuat berlian tak kuasa menahan tawanya.

"Kamu mau kemana sekarang??" Tanya berlian dengan lembut setelah puas menertawaiku.

"Aku mau pulang kerumah tanteku. Tapi aku gak tau kemana arah jalannya" jawabku dengan suara seperti mau menangis.

"Och tantemu yang kemaren itu ya. Syapa namanya?.. ach.. tante prita ya??"

"Loch kok kamu tahu nama tanteku??"

"Oo itu karna tante kamu yang bilang. Tapi tunggu kamu gak ingat apa dimana alamatnya??"

"Kalau sekedar alamatnya aku tahu. Tapi aku harus naik apa dari sini ke rumah aku gak tau"

"Ya udah apa alamatnya?? Biar aku antar kamu sampai kerumah"

"Apa!! Aku udah sekali ngerepotin kamu dan aku gak mau ngerepotin kamu tuk yang kedua kalinya"

"Aaa.. gak untuk yang kali ini aku gak ngerepotin kamu kok. Kamu masih ingatkan kalau aku masih punya hutang makan malam sama tante kamu"

"Ach.." ternyata anak ini masih ingat dengan undangan makan malam tante. Kupikir dia menolaknya karna benar benar tidak ingin. Tapi sepertinya tidak juga.

"Kamu ingatkan?? Jangan jangan kamu sudah melupakannya ya??"

"Aaa.. bagaimana mungkin aku bisa melupakan hal itu. Ya sudah. Ini alamatnya. Aku harap kamu benar benartahu alamat itu" kataku walau sedikit tidak percaya.

Setelah aku memberikan alamat rumah tante prita. Kami pun melangkah menuju mobil berlian. Tak kusangka ternyata mobilnya benar benar mewah. Mobil sport laferrari berwarna merah. Dalam hatiku berkata "mobil idaman gw nich". Sumpah tampilan fisik luar maupun dalam mobil ini bener2 keren.

Ternyata berlian memang benar-benar anak jakarta. Dia mengantarkanku tepat sampai dirumah. Dan ntah kenapa walau aku baru 2 kali bertemu dengannya, aku sudah sangat merasa nyaman berada didekatnya. Seolah aku tahu kalau ada berlian, bahaya pasti menjauh dariku. Begitu didepan pagar, betapa terkejutnya tante prita melihatku pulang bukan bersama om endru.

"Ya ampun vina... akhirnya kamu pulang nak.. tante fikir kamu bakal kesasar ato kek gimana" kata tante panik.

"Gak papa kok tan" jawab ku berusaha menenangkan tante.

"Iya habis kamu gak punya hp, jadi tante ma om bingung tuk nelpon kamu. Sekali lagi tante minta maaf ya vin.. om endru mendadak dapet tugas ke bandung jd gak bisa jemput kamu" terang tante.

"Iya gak papa tan. Vina ngerti kok. Untung ada kak berlian yg nganterin aku tan"

Tante prita melihat kearah berlian. Sadar ia tengah dilihat oleh tante, dengan sopan berlian tersenyum dan membungkuk seraya menyapa tante. Semula tante prita mengerutkan keningnya seraya mengingat pemuda didepan matanya. "Kamu,???"

"Ia tan ini saya. Masih inget kan sama saja dan janji tante??" Jawab berlian sambil senyum akrab.

"Iya dong.. kamu kan cowo ganteng yg udah nolak undangan makan malam tante"

"Hehehe...tante bisa aja. Itu kan karna kemaren saya lagi sibuk ngurus rencana jadwal ospek tan. Kalau sekarang saya 100% ada waktu"

"Ngurus jadwal ospek??"

"Iya tan. Kak berlian ini ketua senat dikampusku"

"Oo jadi kalian satu kampus??"

"Iya tan" jawabku. Sedang berlian hanya tersenyum simpul.

"Ya udah kalau kamu mau makan malam disini, kalian harus bantu tante masak. Oke!!"

"Sip" jawab kami kompak.

Setelah acara masak memasak selesai. Kami pun makan malam bersama. Setelah semuanya selesai, dengan sopan berlian izin pulang.

             |₩€€|\€₩|\€\|€\€€£¥£€\¥₩


Keesokan harinya karna sudah kecapean. Aku jadi bangun kesiangan ditambah lagi dengan semalam om endru pulang sangat larut. Terpaksa aku tidak sarapan dan pergi dengan menggunakan ojek dikomplek rumah. Nasib sial melandaku hari ini. Aku benar benar telat. Senior yang bertanggung jawab atas kelasku memberikanku hukuman. Aku disuruh membersihkan taman yang ada dibelakang kampus. Tapi menurut mataku itu bukan taman. Melainkan hutan semakbelukar. Katanya aku seharian dibebaskan dari tugas ospek dan aku harus membersihkan taman ini.

Tanpa banyak berkata akupun membersihkannya. Menghilangkan semua rumput rumputnya dan membuat taman itu benar benar berbentuk taman. Karna keasikan membersihkan taman. Tanpa kusadari seragam putihku tak lagi berwarna putih. Perpaduan warna lumpur, debu, sampah dan dedaunan menjadi warna dan corak dari bajuku sekarang. Begitu selesai aku langsung melapor kepada senior penanggung jawabku. Dan dia berkata "ya sudah kamu boleh pulang". "Beneran kak aku boleh pulang??" Tanyaku tak percaya. " iya.. temen temen kamu udah pulang dari tadi. Karna kamu begitu pulas tidur makanya saya gak berani bangunin kamu" jawab kakak senior. " ya udah kak saya pulang dulu". Aku langsung pulang kerumah. Namun kali ini aku bisa sendirian.

Sesampai dirumah, lagi lagi aku membuat tanteku panik. Palagi karna melihat warna bajuku.

" kamu kenapa vin... jatuh??"

"Gak tan. Tadi karna telat, aku dapat hukuman wat bersihin taman. Jadi kayak gini deh tan"

"Ya udah mandi sana biar bajunya tante cuci"

Tanpa banyak protes lagi aku menurut saja. Setelah dicuci, bajuku pun dijemur. Eee.. ternyata hujan datang. Sangat deras sekali. Akhirnya mau gak mau. Bajuku tak bisa ku pakai sama sekali.

"Gimana nich tan bajuku belum kering??"

"Ach..! Tunggu sebentar" katanya dan langsung meninggalkanku. Tak berapa lama beliau keluar dari kamarnya sambilmembawa kain putih.

"Vin ini ada baju lama tante. Tapi ini warnanya masih putih bersih kok. Cuman mmmm... mungkin ini kayaknya agak kecil dech buat kamu"

"Gak papa dech tan. Sini ku coba dulu mana tau pas" kataku sambil membawa pakian itu kedalam kamarku. Tak berapalama "gimana vin pas gak??". Akuhanya diam saja. Karna ku bingung mau jawab apa. Menurut badanku sich pas, tapi setelah kuliat di cermin sepertinya ketat. " wah kamu keliatan çantik banget pake baju itu, kayaknya ituemang ukuran kamu dech". " iya tan tapi apa gak terlalu ketat ya??". "Ach gak kok. Itu karna kamu biasa pake baju oblong-oblong makanya jadi risih kalo pake baju ngepas" jelas tante.

Karna aku gak punya baju lagi, terpaksa aku memakainya untuk besok.

              €¥《♡`♥`♥`¤~·`》¥€

Keesokan harinya. Kali ini aku gak terlambat. Tapi aku benar-benar merasa aneh. Dari aku keluar kamar lalu duduk di meja makan bahkan sampai aku duduk disampingnya dalam mobil. Om endru selalu menatapku dengan tatapan yang aneh. Apa lagi ketika didalam mobil, aku bisa merasakan mata om endru mengarah langsung ke dadaku.

Begitu aku sampai di kampus. Mulai dari gerbang hingga aku masuk kekelas. Semua pria menatapku dengan tatapan yang aneh. Tak jarang ada yang terang-terangan menggodaku. Sampai acara baris berbaris di pagi hari pun berakhir. Sekarang adalah jadwal kegiatan pembagian junior dan senior. Setiap kami akan dipasangkan dengan senior. Untuk dididik atau bahkan dikerjai. Namun ada beberapa senior pria yang berusaha menjadikanku juniornya. Namun ketika seseorang dengan gaya seperti preman datang dan memintaku sebagai juniornya, mereka semua malah mundur teratur. Aku gak tau siapa dia. Yang jelas firasatku sangat buruk.

"Kamu!! Sini!!" Perintahnya. Aku hanya mengangguk dan menuju kearahnya.

"Kamu sangat beruntung karna yang menjadi seniormu ada dua orang. Satu hari ini kamu harus jadi junior yang baik.Mengerti!!??" Kata pria yang lebih tua. Aku gak tau siapa mereka tapi aku bisa bilang dia pria yang tua.

"Ba... baik kak"

"Bagus.. kalau gitu sekarang kamu ikut kami" perintah seorang pria berbadan kurus dengan wajah yang lumayan tampan dan lebih muda dari temannya.

Dengan polosnya aku mengikuti kemana pun mereka pergi. Sampai pada sebuah ruangan kosong yang agak terpencil dari lingkungan kampus. 

"Ayo masuk!" Kata pria muda dengan suara yang lembut. Aku pun menuruti perkataannya.

"Kamu gak usah takut. Kita disini gak akan ngapa-ngapain kamu. Kamu taukan ini hanya semata mata kegiatan untuk mendekatkan junior dengan senior??" Kata pria muda itu dengan lembut.

"Ok. Kalau gitu kamu mengertikan??" Tanya pria tua.

"I..iya kak" jawabku gugup.

"Kalau gitu hibur kami!" Perintah pria tua

"Hibur??" Tanyaku bingung

"Iya" jawab pria muda

"Udah gak usah lama lama, menarilah!!" Perintah pria tua itu

"Iya anggap saja kamu sedang mendengar musik dangdut sekarang" kata pria muda lembut. Tunggu... ku pikir pikir sepertinya pria muda itu memang memiliki suara yang lembut.

"Ba..baiklah kak" kataku kemudian aku menggerakkan tubuhku sekenanya saja. Namun karna memang bajuku yang ketat, membuat tarianku yang ngasal menjadi erotis. Hingga membuat pria tua tak sabaran juga ikut bergoyang bersamaku. Awalnya jaraknya lumayan normal, tapi lama kelamaan dia semakin mendekatiku hingga membuatku refleks mundur darinya. Menyadari langkahku yang mundur pria muda menghalangiku dengan berjoget tepat dibelakangku. Hingga tiba tiba ia menepuk pundakku dan menyuntikan sesuatu. Sontak membuat aku kaget dan menjauh dari mereka. Namun pria tua itu menghidupkan musik dj yang ada di handphonenya. Dan entah kenapa sepertinya tubuhku bergerak sendiri. Tubuhku kembali enjoy dan membaur dengan musik. Pria tua itu kembali mendekatiku namun anehnya aku hanya mundur selangkah. Karna dibelakangku ada pria muda yang menghalangiku. Ia langsung menciumi leherku dari belakang. Aku ingin merontah dan marah. Tapi yang keluar hanya desahan dari mulutku. Apa lagi ketika tangannya dari belakang merangkul dadaku dan meremas payudaraku. Desahanku makin menggila. Seperti tak mau kalah, pria tua datang dari depan dan hendak langsung mencuim bibirku. Namun refleks aku mengalihkan bibirku, hingga ia akhirnya mencium dan menjilati telingaku.  Ternyata sepertinya ia menemukan daerah sensitifku disana. Rasanya sungguh geli plus nikmat.

Kurasakan tangannya dengan kasar meraba perutku dan menarik rokku yang 10 cm diatas lutut. Lalu dimasukan jemarinya kedalam celana dalamku dan meremas pantatku. Tak sampai disitu aku merasakan jemarinya mengorek ngorek liang surgaku. Sungguh itu membuat kakiku melemas. Namun pria tua itu dengan sigap menahan tubuhku.

Tak hanya sampai disitu, desahanku makin tak karu-karuan ketika pria muda yang dari belakang memelintir putingku. Ntah kapan ia melakukannya yang jelas kancing bajuku telah terbuka seluruhnyadan bh ku sudah tak tau dimana. Ternyata begitu pun juga dengan rok dan celana dalamku. Sungguh sekarang aku benar benar seperti bayi yang baru lahir kedunia. Akubenar benar menikmati setiap perlakuan yang mereka berikan kepadaku. Mungkin ini yang orang bilang digerayangi dari depan dan belakang. Aku benar benar menggila. Desahanku terdengar keseluruh ruangan. Hingga akhirnya tubuhku bergetar dan aku berteriak sekencang kencangnya. Hingga tubuhku ambruk diatas lantai kotor.

Sayup-sayupku mendengar mereka berbicara "gimana bang??"

"Enaknya sih sekarang aja mumpung gue lagi ngeceng gini" kata pria tua sembari menghampiriku

"Tapi bang bukannya gak enak ya kalau dia lagi tidur??"

"Lu goblok ya?? Inex itu gak bakal bertahan lama. Mumpung ni cewe lagi ngefly n horny gue pengen ngentotin dia" 

"Tapi bang... gimana kalau dia masih perawan???"

"Wah itu tandanya kita untung besar. Gue jadi makin semangat nich. Lagian rob gue udah lama gak ngeprawanin anak orang. Sekarang susah tau nyari yang perawan"

"Gawat.. gw... keperawanan gw.. gak... itu gak boleh hilang sekarang... gw gak mau... gw harus berjuang melawan apapun ini" kataku dalam hati

"Lu sabar ya rob.. lu main setelah gue. Lu gak marahkan??"

"Gak bang"

"Gawat dia semakin mendekat... gw harus pergi dari sini" batinku sambil berusaha bangun.

"Ech.. neng cantik udah bangun. Mau kemana neng. Ooo... neng udah gak sabar ya pengen ngelayanin abang sampe liangnya di obral gitu"

"Gawat tanpa ku sadari ternyata jalan mundurkumembuat posisi tubuhku jadi ngangkang seperti ini" batinku.

Aku berteriak sekencang yang aku bisa bermaksud untuk minta tolong. Tapi malah yang terdengar seperti desahan.

"Aduh eneng,, ternyata bener bener gak sabar ya.. pake ngerayu abang dengan desahan gitu" kata pria tua.

"Gawat aku malah memancingnya" batinku. Aku semakin ketakutan. Aku terus merangkak mundur sambil tetap menghadap kearahnya. Ketakutanku semakin memuncak ketika aku melihat pria tua dengan santainya berjalan kearahku. Dengan senyum penuh kemenangan ia berjalan kearahku sambil perlahan membuka celananya dan mengeluarkan penisnya. Dengan santai ia tetap berjalan kearahku dengan sedikit membungkukkan badannya sambil menggosok-gosok penisnya, seraya hendak dihadapkannya kepadaku.

Aku tetap berusaha merangkak mundur, menjauh darinya. Tak berapa lama ketika aku mengarahkan tanganku....!


Selasa, 22 Oktober 2013

Vina Anggraini The Story 2

Hari ini adalah hari pertamaku menginjakan kaki dikota jakarta nan megah. Dari kampung aku menggunakan kapal veri, mobil, dan kereta api. Sekarang aku tengah berada di stasiun kereta api tuk menunggu tanteku. Yups.. seperti yg sering dikatakan oleh orang-orang jakarta "jalanya macet banget".

Sembari menunggu tanteku, aku berusaha tenang sambil melihat sekeliling. Jujur karna ini yang pertama, membuat aku takut berada dikota yang katanya lebih kejam dari pada ibu tiri.

"Ayo cepat ber.. ntar tante ketinggalan kereta..!!"
"Gak bakal kok tante kita kan udah nyampe" kata pria muda dengan wajah yang bisa dikatakan mirip boyband korea. Walau tak sipit.
"Ach masa sich.. ya pokoknya kita harus cepat...!" Printah wanita separuh baya yang terlihat sangat cantik mirip artis maya estianty.
"Aduh tante.. aku bingung gimana caranya orang yang gak tau stasiun dan jalan bisa travelling keseluruh dunia sich"
"Itu karna tante punya insting yang sangat kuat. Ditambah lagi tante ini cantik" jawab tante dengan ending swing pose plus V sign.
Pria tampan itu keluar sambil membantu tantenya mengangkat barang dan membawanya kedalam kereta. Disaat kereta mulai bergerak pelan pria itu berkata dari luar kereta "hati hati ya tan... kalau ada apa apa calling aku aja!!"
" iya kamu juga harus jadi tambah keren ya... aku akan kirim email jika sudah sampai. By..!!" Balas tante tersebut sambil melambaikan tangannya.

Ketika kereta benar benar berlalu, pria itu pergi meninggalkan stasiun. Ditengah perjalanan iya mendapati handphonenya berdering. Hal itu membuat pria tampan berhenti dan menjawab panggilan itu. "Ya halo... och tante udah pergi kok mi... iya dengan selamat kekeke... iya berlian segera kesana"

Disisi lain vina yang tengah sendirian menanti tante prita tengah menjadi incaran sang pria tak dikenal. Pria itu seorang preman yang memang mencari mangsa spesialis orang yang baru datang dari kampung. Melihat pakaian yang dikenakan vina, siapa pun pasti tahu siapa vina. Ia memang belum tersentuh oleh tangan tangan jakarta sama sekali. Dengan sigap preman itu berlari menerjang vina dan mengambil paksa tasnya. Hanya dengan sekali dorongan, vina langsung jatuh keaspal. Yang bisa ia lakukan hanya berteriak minta tolong. Namun tak ada satu pun dari mereka yang mau mati konyol demi orang yang tak mereka kenal. Kecuali pria tampan yang secara kebetulan preman itu berlari kearahnya. Bak sedang nonton film laga asia. Pria tampan itu berkelahi dengan gagahnya. Sungguh melihatnya membuat mataku tak dapat berkedip. "Keren... tampanya..". Hanya itu yang terlintas difikiranku.

Setelah preman itu kalah telak barulah banyak orang yang datang untuk mengeroyok si preman. Dengan gagahnya pria tampan itu berjalan kearah vina. Ia membungkuk dan membantu vina berdiri. "Kamu gak apa apa???". Ya ampun... suaranya sangat merdu dan hangat.. "ach ia.. aku gak papa". " nich tas kamu. Kayaknya preman itu belum ngebukanya dech. Ech tapi kamu mau kemana. Biar aku antar?". "Ach gak usah aku udah cukup banyak ngerepotin kamu. Lagian aku lagi nungguin tanteku. Ini kali pertamaku ke jakarta aku gak tau sama sekali mau kemana. Jadi aku nungguin tanteku aja". "Och ya udah aku temenin kamu sampe tantemu datang ya??". "Aaa... jangan! Itu terlalu merepotkan buatmu. Kamu pasti akan kena masalah!". "Masalah??"." Ia.. kamu pasti punya kegiatankan?? Punya planning?? Ntar kalau kamu nemenin aku rencana kamu bisa berantakan. Aku gak ingin ngenyusahin kamu"." Aku akan lebih merasa susah jika besok ketika aku baca koran, ngeliat wajah kamu yang menjadi korban dari preman preman stasiun".

Akhirnya vina hanya diam dan pasrah membiarkan pria itu melakukan apapun yang iya mau. Kemudian suasana mendadak menjadi hening. Vina yang terlalu mengaguminya sang pria tampan hanya terdiam dan bahkan tak berani menatapnya. Begitu pun juga sebaliknya berlian  hanya diam dan sesekali melihat kearah vina. Dalam hati berlian berkata "gila cantik bener ni cewe. Ini baru yang namanya cantik alami. Walau tak memakai make up sama sekali tapi cantiknya luar biasa. Ternyata bener ya apa kata orang. Gadis desa itu cantiknya luar dalem".

"Hey...! Aduh maafin tante ya telat jemput kamu.. kamu gak papakan??" Kata tante prita yang membuyarkan kesunyian itu.
"Och tante?? Gak kok aku gak apa-apa. Lagian ada abang ini yg nyelamatin aku"
Kemudian berlian berdiri dan mendekati mereka.
" och makasih ya dek kamu udah nemenin pona'an saya"
"Iya gak papa kok" jawab berlian santun
"Och ya gimana kalau kamu ikut sama kita, tante udah nyiapin makan malam yang lezat loh" rayu tante sebagai rasa ucapan terima kasih.
"Och gak usah tan"
"Gak papa gak ngerepotin kok" tambah tante
"Iya bang ikut aja bareng kita" bujuk vina
"Makasih. Tapi maaf saya lagi ada urusan. Kalau saya gak lagi ada urusan saya pasti mau" jawab berlian santun lagi
"Wah kalau gitu tante ngucapin makasih banyak ya"
"Iya tan. Saya permisi dulu ya" jawab berliar sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan mereka.
"Siapa sich dia vin? Ganteng banget" tanya tante prita
"Och dia... ach aduh aku emang bener bener gak tau diuntung ya" kata vina sambil memegang kepalanya
"Emang knapa vin??" Tanya tante prita bingung
"Iya aku udah ditolong sama dia, udah ngobrol lama sama dia, tapi masak gak nanya namanya, aduh.." jawab vina gelisah
"Itu tandanya kalian akan dipertemukan lagi"
"Kok gitu tan?"
"Iya itu sich cuman perkiraan tante aja sich. Tapi kalau kamu ketemu dia lagi usahain tau namanya dan jangan lupa bilang trima kasih ya!?"
Vina hanya menjawabnya dengan mengangguk.
"Ayok kita pergi pak!" Perinta tante prita pada sopirnya.
Akhirnya vina dan tante prita meninggalkan statiun kereta yang meninggalkan kesan pertama tentang jakarta yang sangat luar biasa.
                     ¤*@#$&&$#@*¤

Sesampai dirumah, vina dibantu tante prita membereskan barang-barangnya. Setelah makan malam, tante prita dan vina berbincang-bincang selayaknya dua wanita muda yang saling curhat. Och ya aku belum memperkenalkan tante prita pada pembaca. Tante prita adalah sibungsu dari anak nenekku yang no 7. Hehehe... nenek buyutku punya anak 9 orang dan semuanya sudah punya cucu. Aku termasuk salah satu cucunya. Aku cucu dari nenekku yang ke-4. Tante prita itu hampir seumuran dengan kak rima. Kak rima adalah sulung dalam keluargaku. Dia kakak pertamaku yang memiliki tahun kelahiran 1982. Sedang tante prita lahir pada tahun 1980. Ya pembaca bayangin sajalah bagaimana keluarga besar kami.
Karna umurnya tak jauh beda dengan kak rima, jadi aku sudah merasa nyaman disampingnya. Apa lagi untuk seumurnya, dia masih sangat nyambung dengan cara berfikirku yang lumayan aneh ini. Hehehe... *abaikan.

"Vina apa baju yang akan kamu pakai besok sudah kamu siapkan??" Tanya tante
"Och udah tan, aku tinggal tidur dan bangun lebih pagi aja. Soalnya aku gak tau kampusnya dimana"
"Ooo.. kalau itu gampang. Kebetulan tante lagi gak ada kerjaan besok. Biar tante yang anter kamu. Dan pulangnya biar om endru yang jemput kamu"
"Mang gak ngerepotin om endru ya tan??" Tanyaku cemas
"Gak kok, om endru itu seorang pekerja lepas. Jadi dia punya waktu free kapan saja"
"Tapi apa gak ngerepotin om endru tan?"
"Vina..! Kalau sampe om endru itu ngerasa repot hanya gara gara jemput kamu. Tante akan kasih pelajaran dia!!" Kata tente sambil meninju ninju tangannya.
"Siapa sich yang mau dikasih pelajaran??" Suara itu menganggetkan tante prita dan aku. Ternyata itu adalah suara om endru.
"Ech sayang" sapa tante prita lembut padanya.
"Iya siapa yang mau kamu kasih pelajaran itu??" Tanya om endru lagi dengan senyum lembutnya.
"Kamu" jawab tante prita sambil menunjuk hidung om endru
"Aku?? Kenapa aku??"
"Iya vina takut kamu merasa repot kalau kamu jemput vina dikampusnya"
Om endru tercengang dan melihat kearah vina. Vina hanya menyambutnya dengan menundukkan wajahnya malu bercampur rasa bersalah. Melihat ekspresi vina, om endru langsung tersenyum dan berkata "tenang om selalu punya waktu kok buat kamu. Dan lagi om juga tahu pasti kamu itu siapa"
Mendengar hal itu membuat vina sekaligus tante prita bingung. "Maksud om apa??"
"Iya say, maksud kamu apa??"
"Iya... aku tau kalau kamu itu keponakan kesayangannya prita. Dan..."
"Dan apa om??" Vina makin penasaran.
"Om gakkan lupa apa yang telah kamu lakukan dimasa lalu"
Sumpah mendengar itu membuat aku makin bingung. Memangnya apa yang telah kulakukan dimasa laluku??.
"Kalau tidak karna campur tanganmu, sekarang mungkin prita telah menikah denga pria pilihan ayahnya. Karna kamu telah melakukan hal yang sangat gila itu om jadi bisa mempersunting bidadari surga yang sangat cantik ini" sambung om endru sambil memeluk tante prita.
"STOOOP!!" Teriakanku sungguh membuat om dan tante jadi terkejut dan menghentikan aktivitasnya. Dengan bingung mereka melihat kearahku.
"Kalian boleh berpelukan disini, tapi jangan lebih dari itu. Kalau kalian menginginkan lebih pergilah kekamar atau sewa kamar hotel sekalian. Kalian benar benar merusak anak kecil yang lugu dan polos ini" kataku dengan ekspresi sedih yang lebay.
Melihatku membuat om dan tante tertawa geli dan tante prita berkata "ooo jadi orang seperti kamu itu lugu dan polos ya??". "Iya!" Jawabku bagai anak kecil. "Ya sudah kalau gitu biar om ambil spidol dulu ya buat coret wajah kamu biar gak polos lagi"
Jawab om endru innocent.
"Aaa.. om!!" Aku hanya bisa kesal mendengarnya apalagi melihat gayanya mengatakan itu semua. "Ya sudah... ya sudah kalau gitu kamu tidur gih biar besok kamu bisa bangun pagi" kata tante menguraikan semuanya. " awas ya kalau kamu telat bangun. Om bakal masukin kamu kekolam buat bangunin kamu" ancam om endru. Dengan polosnya aku meresponnya seperti anak kecil yang sangat marah dan ngambek. Hanya bisa cemberut.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Vina Anggraini The Story

BAB 1 " AKU"
Hy..! Namaku Vina Anggraini, aku sibungsu dari 3 bersaudara. Aku terlahir dari keluarga yang bisa dibilang sederhana. Orang tuaku tidaklah kaya. Hanya saja secara kebetulan aku terlahir dengan IQ yang lumayan mumpuni. Ditambah lagi dengan aku yang lebih dekat dengan papaku dan abangku, membuat aku tumbuh menjadi anak yang tomboy. Hanya saja mamaku tak pernah mengijinkanku untuk mewujudkan tomboynisasiku ini. Mamaku selalu marah jika aku berfikiran tuk memotong rambutku. Alhasil aku memiliki rambut yang panjang, lurus, hitam bak rambut iklan shampo.

Disekolah, vina bukanlah orang yang terlalu mengasikan. Dia lebih sering terlihat sendiri dari pada berkumpul dengan teman-temannya. Walau begitu vina lumayan populer di sekolah. Bagaimana tidak, rekor juara 1 dan juara umum yang selalu ia pegang membuat vina dikenal. Ditambah lagi dengan kebiasaan kebiasaan anehnya. Vina selalu membawa buku kemana-mana. Yang buat dia menjadi aneh bukan karna ia memakai kaca mata tebal, rambut kuncir kuda, dan memakai behel. Tidak, orang tua vina tidak sekaya itu untuk membelikan vina semua itu. Dan lagi vina termasuk wanita yang sangat keren dalam hal style walau dalam kesederhanaannya. Yang membuat dirinya terlihat aneh adalah ketika ia membaca buku yang bukan untuk dibaca oleh anak seusianya. Bukan bacaan porno, tapi buku buku bacaan berat seperti buku kimia dalam bahasa jerman, buku anak kuliahan. Yang membuatnya aneh adalah cara membacanya. Vina terkadang suka cekikikan sendiri ketika membaca buku-buku tersebut. Tapi ia lebih sering senyum senyum sendiri. "Dasar orang aneh" pikir teman temannya. Tapi bagi vina itu tidaklah aneh. Memang benar iya selalu membawa buku-buku bacaan berat tersebut. Tapi sebenarnya yang dia baca adalah buku komik sinchan dan komik-komik komedi.

Hari ini adalah hari berakhirnya ujian nasional. Setelah itu kami libur panjang menunggu hingga hari pengumuman tiba. Sebelum kami benar- benar menjalani hari-hari libur kami, kami satu kelas sepakat untuk membuat acara perpisahan sekaligus reunian pertama kami.

Hari yang ditunggu pun tiba. Acara itu diadakan dirumah ketua kelas yang letaknya didesa sebelah yang lumayan jauh dari rumahku. Sialnya karna motor satu-satunya mau dipakai oleh papa, terpaksa aku diantar oleh abangku. Kami semua tertawa bahagia bersama disini. Hingga hari menunjukan jam 23.15. Sudah waktunya kami pulang. Aku yang baru menyadari bahwa Hpku lowbet. Membuat aku mengambil keputusan yang lumayan berat. "Aku harus pulang dengan jalan kaki" fikirku.

Dengan perasaan was-was bercampur takut aku melangkahkan kakiku selangkah demi selangkah. Malam ini memang seperti malam malam biasa dikampungku. Sangat sepi. Yang ada hanya bunyi jangkrik dan sesekali terdengar bunyi lolongan anjing. Jarak rumah antar rumah dijalan ini pun berjauhan. Tidak seperti didesaku yang lumayan ramai.

Ditengah perjalanan, dibawah siraman cahaya rembulan aku melihat ada bayangan hitam yang berjalan sempoyongan. Pria itu masih lumayan jauh dariku. Tapi aku tahu benar dari caranya berjalan ia tengah mabuk. Jika aku mundur dan kabur, tapi kemana aku akan lari??. Jika aku diam, dia pasti akan mendekat kearahku juga dan pasti dia akan tau dengan jelas kalau aku takut. Ach lebih baik aku bersikap biasa saja dan berusaha untuk tidak menatapnya. Berharap saja dia tak menyadari keberadaanku. Perlahan aku melangkahkan kakiku dan berusaha bertingkah seperti biasa. Hingga akhirnya aku benar benar bisa melihat wajahnya. "Astaga" sepertinya aku benar-benar akan menemukan ajalku. Sosok itu adalah sosok seorang preman pasar yang sangat suka melakukan kekerasan dan pemerkosaan. Tak ada yang berani berurusan dengannya. Selain karna ulahnya itu, dia juga berhubungan baik dengan kepolisian. Atau lebih tepatnya dia dilindungi oleh polisi. "Mampus gw"

Ketika jarak kami semakin dekat, aku semakin berusaha tuk tak menatapnya. Hingga akhirnya kami benar-benar berpapasan "och.. syukurlah aku selamat". "Hei!!!" Suara berat itu membuatku benar benar terkejut bukan main. Mataku terbelalak hingga mau keluar.
"Mau kemana cantik?? Kok cuman lewat?? Aa' kan ada disini, ayok temenin Aa' kita main dokte doktelan. Hahahaha...." kata pria itu dengan keadaan benar benar mabuk. Aku hanya diam dan menoleh kearahnya. Yang terfikirkan dibenakku hanya lari dengan cepat, secepat yang aku bisa dan itu bisa membuat aku selamat. Tanpa berfikir dua kali aku berlari sekuat tenagaku. Ketika kumelihat kebelakang aku melihat ia mengejarku. Tapi ia tak berlari, iya hanya berjalan santai dan sempoyongan. Disaat aku berlari sambil sesekali aku melihat kearahnya, aku terjatuh.
Ketika aku terjatuh, dia berlari kearahku dan mencengkram rambutku. "Aaaa" hanya itu yang keluar dari mulutku sebagai luapan rasa sakit yg kurasa. Dia menarik wajahku kedekat wajahnya. Bau alkohol begitu menyengat dari mulutnya. Dan membantingku dengan keras. Dalam setengah sadar, aku berusaha menjauh dari pria bejat didepanku. Tapi dengan sigap ia menangkap tubuhku dan merobek bajuku. Dengan mudah ia juga telah mengoyak bhku. Kini aku benar benar telanjang dada dihadapannya. Hal itu sungguh membuatku benar benar ketakutan dan panik. "Apakah aku akan berakhir disini??, apakah hanya sampai disini keperawananku??, keperawananku??, iya aku tak ingin kehilangan keperawanan sekarang, apa lagi harus hilang ditangan orang bejat ini, tidak,, tidak!!!, tidaaak!!!!". Fikirku sambil terus merangkak mundur menjauh darinya.
Dia memegang kakiku kuat dan menarikku kedekapannya. Dia menduduki pusarku. Berusaha menciumku dengan ganas. Air mataku tak henti-hentinya mengalir. Dia mencium pipiku, telingaku, leherku, dan bagian pinggir bibirku. Itu karna aku selalu mengalihkan bibirku darinya. Hingga tanggannya mulai menggerayangi payudaraku. Meremasnya dengan kasar. Ntah kenapa aku mulai mendesah dan sudah tak berontak lagi. Tapi yg kutau pasti kulakukan itu demi menghemat tenagaku. Sepertinya dia sadar kalau aku sudah mulai menikmati permainannya. Hingga akhirnya ia melepaskan cengkraman tangannya ditanganku dan beralih meremas payudaraku dan selangkanganku. Sejujurnya aku sudah kehabisan tenaga. Makanya aku memilih untuk diam dan pasrah. Namun, ketika ia mulai berusaha membuka celana jeansku dengan posisi mengangkangiku. Dengan sekuat tenaga aku menendang kemaluannya. Hal itu membuat ia teriak histeris dan bersumpah untuk membunuhku. Itu yang ia teriakkan. Ketika aku coba meloloskan diriku, aku melihat ada bongkahan batu yang cukup besar. Tanpa berfikir dua kali aku langsung mengangkat batu tersebut dan memukulkan batu itu tepat ke kepalanya. Dia mulai sempoyongan. Namum ntah dari mana kekuatan itu. Aku seperti kesetanan. Aku tak berhenti  memukulkan batu tersebut kekepalanya. Walau kutau ia telah meninggal, aku tetap memukulnya. Sepertinya samar samar aku mendengar suara yang berkata "bunuh.. bunuh dia... lepaskan semuanya.. yeach.. ia pantas mendapatkannya"  berulang kali.

Setelah benar benar lelah, aku tersadar kalau aku telah membunuh. Lumayan lama aku terduduk menatap mayat yang dipenuhi darah itu. Hingga aku tersadar dan membersihkan tubuhku di sungai dekat jalan. Setelah itu aku menambahkan luka luka lain dan menjatuhkannya kedalam sungai. Aku kembali mengenakan pakaianku dan memakai jaketku. Dengan jaket yang kukenakan aku bisa kembali kerumah tanpa kecurigaan dari siapapun.

Sesampai dirumah, aku hanya diam dan langsung masuk kamar. Sesampai dikamar aku langsung mengganti pakaian ku dan duduk seperti biasa diatas ranjangku. Aku hanya diam. Fikiranku benar benar kosong. Terlalu banyak yang kufikirkan membuatku tak bisa berfikir apa-apa.

Perlahan aku mengangkat tanganku seperti orang berdoa. Kuperhatikan dengan seksama tanganku. Kubayangkan tanganku yang berlumuran darah tadi. Aku memikirkan apa yang telah tanganku lakukan. Tanpa kusadari tanganku gemeteran. Aku menitikkan air mata. Dari mataku terpancar rasa takut, dan penyesalan yang luar biasa. Namun mulutku tersenyum lebar dan tertawa terbahak bahak. "Iya aku telah membunuh". "Tapi aku takut". "Tidak.. tidak dia pantas mendapatkannya"." Tapi bagaimana kalau ada yang tau"." Tidak.. tidak ada yang tau". "Tapi...". "Tapi apa?". "Tapi kenapa harus aku??? Kenapa dia melakukan ini kepadaku???" ."berkacalah maka kau akan tau jawabannya". "Apa??". "Iya itu karna kamu, kamu yang membuat semua ini terjadi". Kemudian vina berjalan kearah cermin dan melihat dirinya dicermin. "Lihatkan?? Alasan semua ini terjadi". "Apa!?". "Itu karna kamu". "Aku?? Apa salahku??". "Karna kamu wanita, karna kamu itu cantik, kamu wanita cantik. Dan itu racun buatmu tapi surga kenikmatan bagi lelaki". "Iya.. itu karna wajahku, tubuhku, haruskah aku merubahnya?? Tidak... tidak ada yang akan berubah. Aaaaa.... pergilah dari fikiranku pergilah!!!" Kata vina dan kemudian ia tertidur.

Beberapa hari kemudian tersiar kabar telah ditemukan mayat seorang preman yang paling meresahkan warga. Dari beberapa selentingan vina mendengar bahwa banyak yang bersyukur akan kematiannya. Dan ia mati jatuh kesungai karna mabuk beratnya. Tidak terdengar kabar pembunuhan melainkan kabar mati karna terjatuh ke sungai. Dengan senyum lega vina kembali kekehidupan normalnya.

Beberapa minggu kemudian pihak sekolah memberitahukan keluarga vina. Kalau vina lulus dengan nilai terbaik se Indonesia. Dan vina juga diterima di universitas negri di Jakarta dengan beasiswa full. Berita ini sungguh menghapus semua trauma pada diriku. Dan sekarang aku tengah mempersiapkan kepindahanku ke Jakarta.

Selasa, 01 Oktober 2013

Dear ma blog 3

Hari ini. Mmmm....
Hari ini ya,,
Sepertinya mulai nampak satu persatu kekacauan yang kubuat.
Seperti kata-kata yang sering diucapkan oleh orang-orang bijak.
"Siapa yang menanam, dia yg menuai". Atau
"Jika kita menanam apel, takkan mungkin kita memetik pir"
Yang telah kutanam dimasa lalu adalah, berhutang sesuatu kepada seseorang dan berhenti begitu  saja dari pekerjaanku.

Sebenarnya sumber masalah terbesar dari masalah yang besar ini adalah ketika aku berhenti kerja.
Aku tau aku memang salah karna mengambil keputusan dengan emosional. Aku mengambil keputusan dalam marah, dalam takut, dalam kepicikan dan dengan kenaifan.

Huft.. ini memang sangat melelahkan sekarang. Yang kulakukan hanya berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang kubuat sendiri. Walau aku selalu diserang oleh keluargaku. O' och.. ini bukan berarti 0serang seperti perang, melainkan aku diserang lewat kata-kata. Ya seperti para pembaca tahulah bagaimana sifat naluri seorang keluarga apalagi jika ia jauh lebih tua dari kita. Ketika kita berbuat sebuah kesalahan, mereka akan dengan mudah menggurui kita seolah mereka manusia yg tak pernah berbuat salah. Hampir setiap hari mereka mengulang-ngulang kesalahan yang kubuat. Bukannya bantu ngasih saran dan petunjuk, ini malah bantu mengurui dan mengulang ngulang kesalahanku. Aku tau kok aku salah, sekarang yang ku butuhkan cuman solusi, gak lebih.
Sekarang rencananya Aku ingin menjual laptop Toshiba C800d AMD milikku. Dulu aku sering dengar pepatah ini "lebih gampang membeli dan menjual kuda, dari pada merawatnya"
Faktanya lebih mudah membelinya dan merawatnya daripada menjualnya. Buktinya sudah hampir mau satu minggu, aku mempromosikan laptopku kemana mana. Bahkan aku sampe pasang iklan segala di tokobagus.com, berniaga.com, facebook.com, sampe ke twitter pun ku jadikan alat promosi.

Tapi sampe sekarang laptopku masih juga belum laku. Yang banyak cuman orang yang nelpon, nanya nanya aja. Gak ada satu pun yang bener bener niat mo beli. Padahal aku benar benar butuh duit sekarang.

Ya seperti yang ku ceritakan di awal, aku berhenti begitu saja dari pekerjaanku. Itu membuatku tak mendapatkan gajiku selama satu bulan penuh. Bagaimana detailnya akan kuceritakan dilain kesempatan.

Yups.. berkat kejadian ini aku jadi paham akan satu hal penting dalam aturan hidup didunia. Bahwa kita takkan bisa apa-apa, bahwa kita akan dikucilkan oleh orang-orang yang kita kenal. Karna kita tak punya uang. Jika zaman dahulu manusia bertahan hidup dengan kerja keras dan berburu. Zaman sekarang manusia bertahan hidup dengan uang. Jadi jika kamu punya uang, orang akan menganggapmu sebagai teman. Jika kamu tak punya uang orang akan menganggapmu sebagai beban dan benalu bagi mereka.

Mulai hari ini, karna kejadian ini, aku akan berjuang menghilangkan sisi manusiaku. Sifat naifku, sifat rakusku, dan sifat peduliku. Agar aku bisa mengumpulkan uang. Ia.. aku hanya butuh uang agar orang tak menganggapku beban. Agar orang tak memandangku seperti itu. Kau tau pandangan ketika ada orang yang tau kita membutuhkanya, tapi ia tak menginginkan keberadaan kita. Yeach,, aku tak ingin dipandang seperti itu. Dan aku akan berjuang seperti naruto. Berjuang agar aku bisa diterima oleh mereka. Agar aku tak ditatap dengan tatapan itu.

Wish me luky..
Buat para pembaca, aku harap kalian jauh lebih tegar daripadaku. Jauh lebih dipandang daripadaku. Dan ingatlah hidup itu tidaklah begitu mengerikan. Yang mengerikan adalah caramu berfikir, dan manusia. Karna kamu juga manusia, maka itulah alasan yang membuatnya jadi begitu mengerikan. Tetaplah berjuang agar diterima dengan baik dalam masyarakat. Dan yang terpenting, mereka harus menerima kita dalam diri kita yang sebenarnya. Bukan berpura-pura jadi orang lain agar diterima.

Minggu, 29 September 2013

Dear ma blog 2

Sekarang aku tau siapa yang peduli padaku dan siapa yang selalu ada didekatku ketika aku di atas.

Ini memang tidaklah enak. Tapi ini juga wajar. Toch memang semua manusia seperti itu. Hanya ingin berbagi senang. Giliran berbagi susah ntah hilang kemana. Tapi aku percaya kok bahwa tak semua manusia yang seperti itu.

Tak usah tunjukan wajah malaikatmu padaku, karna ku tau siapa dirimu

Walau aku sekarang lagi dibawah, dia malah sedang bahagia sekarang. Dia menunjukan kebahagiaannya kepadaku. Dia bahagia karna dia telah memiliki uang banyak. Dengan uang itu ia akan membeli kendaraan dengan cash. Dia melakukannya. Dia terlihat sangat bahagia dengan uang yang dimilikinya sekarang. Disaat aku tak lagi memiliki uang sepersen pun.

Aku juga turut bahagia atas kebahagiaanya. Karna ia juga turut pusing karna masalah yang aku buat. Bahkan ia juga bilang kalau aku ini menyusahkan mereka....

Aku tau kok aku cuman jadi beban keluarga. Dan bukannya aku telah bilang dari jauh jauh hari. Jika tidak menginginkan keberadaanku kenapa tidak buang saja aku. Kenapa tidak bunuh saja aku. Aku sungguh lelah dengan ini semua.

Sekuat apapun aku berusaha tetap saja aku ini menjadi beban buat mereka. Walau disaat mereka jatuh aku selalu ada buat mereka, tapi disaat aku jatuh. Mereka malah menyalahkanku, memarahiku, mengatakan aku ini bodoh, ceroboh, hanya beban yang selalu menyulitkan mereka.

Sekarang aku paham siapa mereka. Aku sekarang memang butuh mereka. Walau mereka tak menginginkan keberadaanku. Tapi setelah aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri. Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk tak mengganggu mereka. Aku janji...!!!

Me??

Sabtu, 28 September 2013

Dear ma blog 29,09,2012

Hari ini mungkin bukan hari terberat yg pernah kulalui dalam hidupku. Tapi hari-hari belakangan ini memang melelahkan.
Persoalan yg berakhir dengan masalah keuangan ini memang cukup rumit. Memang setiap waktu kita selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan. Dan terkadang kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Kita harus tetap memilih walau kita tahu tak ada satu pun dari yang kita pilih akan membuahkan hasil yang bagus.
Jika kamu memilih A kamu akan tersiksa batin, jika kamu memilih B kamu akan mengalami krisis keuangan. Ya mungkin lebih tepatnya bukan kamu. Tapi aku. (Cengengesan sambil garuk kepala bagian blkg)
Yups..! Karna jika aku bertahan, batinku, hatiku, perasaanku, kepalaku, akan sakit. Tapi kalau aku milih untuk berhenti, hatiku, batinku, perasaanku tidak sakit. Walau jujur sekarang gigiku lagi sakit (hehehe.. *abaikan). Tapi aku telah menyulitkan satu keluarga besarku karna masalah keuangan yang aku ciptakan sendiri.
Yeach.. hidup di rantau orang hanya dengan bermodalkan ijazah smk itu tidaklah mudah.

Mulai hari ini aku akan berusaha keras untuk berubah. Merubah diriku yang dulu. Diriku yang terlalu bodoh dalam keangkuhan, keegoisan, dan sepertinya aku memang telah lupa daratan dan juga telah melupakan siapa diriku sebenarnya. Aku telah melupakan pantangan terbesar yang tak boleh aku lakukan dalam hidupku. Yaitu aku tidak boleh meluapkan amarahku walau bahkan aku telah ditindas sekalipun.
Aku tak tau kenapa. Tapi setelah kupikir pikir mungkin alasanya adalah ketika kita dalam keadaan yang dipenuhi dengan amarah, kita akan sulit tuk mengambil keputusan yang benar. Atau mungkin itu memang sebuah kutukan yang diberikan ntah oleh siapa kepadaku.

Yang penting sekarang. Dan kuharap sekarang ini hanyalah langkah awal. Dan akan berlanjut sampai seterusnya. Aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku untuk meredakan hingga menghilangkan egoku, gengsiku, sifat naifku, & sifat negatif thinkingku terhadap keluargaku. Agar aku bisa benar benar mewujudkan mimpiku. Agar aku bisa membuat orang tuaku tersenyum.

Jika ada seorang anak yang bercita cita menjadi artis, model, astronot, guru, dll. Aku malah hanya bercita cita untuk membuat orang tuaku tersenyum. Karna hatiku selalu sakit ketika melihat mereka menangis. Apalagi jika air mata itu keluar karna aku. Walau sepertinya sekarang aku telah membuat air mata itu jatuh ke pipi mereka. Aku seperti tak berdaya. Jika disuruh memilih, aku lebih memilih aku tersiksa dunia akhirat dari pada harus membuat orang tuaku menitikkan air mata.

YA ALLAH apa yang harus aku lakukan....???
Para pembaca ada yang mau bantu??
Jangan lupa koment ato kasih aku saran terbaik yang kalian fikirkan. Plis.. bantu aku!!???