Hari ini. Mmmm....
Hari ini ya,,
Sepertinya mulai nampak satu persatu kekacauan yang kubuat.
Seperti kata-kata yang sering diucapkan oleh orang-orang bijak.
"Siapa yang menanam, dia yg menuai". Atau
"Jika kita menanam apel, takkan mungkin kita memetik pir"
Yang telah kutanam dimasa lalu adalah, berhutang sesuatu kepada seseorang dan berhenti begitu saja dari pekerjaanku.
Sebenarnya sumber masalah terbesar dari masalah yang besar ini adalah ketika aku berhenti kerja.
Aku tau aku memang salah karna mengambil keputusan dengan emosional. Aku mengambil keputusan dalam marah, dalam takut, dalam kepicikan dan dengan kenaifan.
Huft.. ini memang sangat melelahkan sekarang. Yang kulakukan hanya berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang kubuat sendiri. Walau aku selalu diserang oleh keluargaku. O' och.. ini bukan berarti 0serang seperti perang, melainkan aku diserang lewat kata-kata. Ya seperti para pembaca tahulah bagaimana sifat naluri seorang keluarga apalagi jika ia jauh lebih tua dari kita. Ketika kita berbuat sebuah kesalahan, mereka akan dengan mudah menggurui kita seolah mereka manusia yg tak pernah berbuat salah. Hampir setiap hari mereka mengulang-ngulang kesalahan yang kubuat. Bukannya bantu ngasih saran dan petunjuk, ini malah bantu mengurui dan mengulang ngulang kesalahanku. Aku tau kok aku salah, sekarang yang ku butuhkan cuman solusi, gak lebih.
Sekarang rencananya Aku ingin menjual laptop Toshiba C800d AMD milikku. Dulu aku sering dengar pepatah ini "lebih gampang membeli dan menjual kuda, dari pada merawatnya"
Faktanya lebih mudah membelinya dan merawatnya daripada menjualnya. Buktinya sudah hampir mau satu minggu, aku mempromosikan laptopku kemana mana. Bahkan aku sampe pasang iklan segala di tokobagus.com, berniaga.com, facebook.com, sampe ke twitter pun ku jadikan alat promosi.
Tapi sampe sekarang laptopku masih juga belum laku. Yang banyak cuman orang yang nelpon, nanya nanya aja. Gak ada satu pun yang bener bener niat mo beli. Padahal aku benar benar butuh duit sekarang.
Ya seperti yang ku ceritakan di awal, aku berhenti begitu saja dari pekerjaanku. Itu membuatku tak mendapatkan gajiku selama satu bulan penuh. Bagaimana detailnya akan kuceritakan dilain kesempatan.
Yups.. berkat kejadian ini aku jadi paham akan satu hal penting dalam aturan hidup didunia. Bahwa kita takkan bisa apa-apa, bahwa kita akan dikucilkan oleh orang-orang yang kita kenal. Karna kita tak punya uang. Jika zaman dahulu manusia bertahan hidup dengan kerja keras dan berburu. Zaman sekarang manusia bertahan hidup dengan uang. Jadi jika kamu punya uang, orang akan menganggapmu sebagai teman. Jika kamu tak punya uang orang akan menganggapmu sebagai beban dan benalu bagi mereka.
Mulai hari ini, karna kejadian ini, aku akan berjuang menghilangkan sisi manusiaku. Sifat naifku, sifat rakusku, dan sifat peduliku. Agar aku bisa mengumpulkan uang. Ia.. aku hanya butuh uang agar orang tak menganggapku beban. Agar orang tak memandangku seperti itu. Kau tau pandangan ketika ada orang yang tau kita membutuhkanya, tapi ia tak menginginkan keberadaan kita. Yeach,, aku tak ingin dipandang seperti itu. Dan aku akan berjuang seperti naruto. Berjuang agar aku bisa diterima oleh mereka. Agar aku tak ditatap dengan tatapan itu.
Wish me luky..
Buat para pembaca, aku harap kalian jauh lebih tegar daripadaku. Jauh lebih dipandang daripadaku. Dan ingatlah hidup itu tidaklah begitu mengerikan. Yang mengerikan adalah caramu berfikir, dan manusia. Karna kamu juga manusia, maka itulah alasan yang membuatnya jadi begitu mengerikan. Tetaplah berjuang agar diterima dengan baik dalam masyarakat. Dan yang terpenting, mereka harus menerima kita dalam diri kita yang sebenarnya. Bukan berpura-pura jadi orang lain agar diterima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar