Selasa, 22 Oktober 2013

Vina Anggraini The Story 2

Hari ini adalah hari pertamaku menginjakan kaki dikota jakarta nan megah. Dari kampung aku menggunakan kapal veri, mobil, dan kereta api. Sekarang aku tengah berada di stasiun kereta api tuk menunggu tanteku. Yups.. seperti yg sering dikatakan oleh orang-orang jakarta "jalanya macet banget".

Sembari menunggu tanteku, aku berusaha tenang sambil melihat sekeliling. Jujur karna ini yang pertama, membuat aku takut berada dikota yang katanya lebih kejam dari pada ibu tiri.

"Ayo cepat ber.. ntar tante ketinggalan kereta..!!"
"Gak bakal kok tante kita kan udah nyampe" kata pria muda dengan wajah yang bisa dikatakan mirip boyband korea. Walau tak sipit.
"Ach masa sich.. ya pokoknya kita harus cepat...!" Printah wanita separuh baya yang terlihat sangat cantik mirip artis maya estianty.
"Aduh tante.. aku bingung gimana caranya orang yang gak tau stasiun dan jalan bisa travelling keseluruh dunia sich"
"Itu karna tante punya insting yang sangat kuat. Ditambah lagi tante ini cantik" jawab tante dengan ending swing pose plus V sign.
Pria tampan itu keluar sambil membantu tantenya mengangkat barang dan membawanya kedalam kereta. Disaat kereta mulai bergerak pelan pria itu berkata dari luar kereta "hati hati ya tan... kalau ada apa apa calling aku aja!!"
" iya kamu juga harus jadi tambah keren ya... aku akan kirim email jika sudah sampai. By..!!" Balas tante tersebut sambil melambaikan tangannya.

Ketika kereta benar benar berlalu, pria itu pergi meninggalkan stasiun. Ditengah perjalanan iya mendapati handphonenya berdering. Hal itu membuat pria tampan berhenti dan menjawab panggilan itu. "Ya halo... och tante udah pergi kok mi... iya dengan selamat kekeke... iya berlian segera kesana"

Disisi lain vina yang tengah sendirian menanti tante prita tengah menjadi incaran sang pria tak dikenal. Pria itu seorang preman yang memang mencari mangsa spesialis orang yang baru datang dari kampung. Melihat pakaian yang dikenakan vina, siapa pun pasti tahu siapa vina. Ia memang belum tersentuh oleh tangan tangan jakarta sama sekali. Dengan sigap preman itu berlari menerjang vina dan mengambil paksa tasnya. Hanya dengan sekali dorongan, vina langsung jatuh keaspal. Yang bisa ia lakukan hanya berteriak minta tolong. Namun tak ada satu pun dari mereka yang mau mati konyol demi orang yang tak mereka kenal. Kecuali pria tampan yang secara kebetulan preman itu berlari kearahnya. Bak sedang nonton film laga asia. Pria tampan itu berkelahi dengan gagahnya. Sungguh melihatnya membuat mataku tak dapat berkedip. "Keren... tampanya..". Hanya itu yang terlintas difikiranku.

Setelah preman itu kalah telak barulah banyak orang yang datang untuk mengeroyok si preman. Dengan gagahnya pria tampan itu berjalan kearah vina. Ia membungkuk dan membantu vina berdiri. "Kamu gak apa apa???". Ya ampun... suaranya sangat merdu dan hangat.. "ach ia.. aku gak papa". " nich tas kamu. Kayaknya preman itu belum ngebukanya dech. Ech tapi kamu mau kemana. Biar aku antar?". "Ach gak usah aku udah cukup banyak ngerepotin kamu. Lagian aku lagi nungguin tanteku. Ini kali pertamaku ke jakarta aku gak tau sama sekali mau kemana. Jadi aku nungguin tanteku aja". "Och ya udah aku temenin kamu sampe tantemu datang ya??". "Aaa... jangan! Itu terlalu merepotkan buatmu. Kamu pasti akan kena masalah!". "Masalah??"." Ia.. kamu pasti punya kegiatankan?? Punya planning?? Ntar kalau kamu nemenin aku rencana kamu bisa berantakan. Aku gak ingin ngenyusahin kamu"." Aku akan lebih merasa susah jika besok ketika aku baca koran, ngeliat wajah kamu yang menjadi korban dari preman preman stasiun".

Akhirnya vina hanya diam dan pasrah membiarkan pria itu melakukan apapun yang iya mau. Kemudian suasana mendadak menjadi hening. Vina yang terlalu mengaguminya sang pria tampan hanya terdiam dan bahkan tak berani menatapnya. Begitu pun juga sebaliknya berlian  hanya diam dan sesekali melihat kearah vina. Dalam hati berlian berkata "gila cantik bener ni cewe. Ini baru yang namanya cantik alami. Walau tak memakai make up sama sekali tapi cantiknya luar biasa. Ternyata bener ya apa kata orang. Gadis desa itu cantiknya luar dalem".

"Hey...! Aduh maafin tante ya telat jemput kamu.. kamu gak papakan??" Kata tante prita yang membuyarkan kesunyian itu.
"Och tante?? Gak kok aku gak apa-apa. Lagian ada abang ini yg nyelamatin aku"
Kemudian berlian berdiri dan mendekati mereka.
" och makasih ya dek kamu udah nemenin pona'an saya"
"Iya gak papa kok" jawab berlian santun
"Och ya gimana kalau kamu ikut sama kita, tante udah nyiapin makan malam yang lezat loh" rayu tante sebagai rasa ucapan terima kasih.
"Och gak usah tan"
"Gak papa gak ngerepotin kok" tambah tante
"Iya bang ikut aja bareng kita" bujuk vina
"Makasih. Tapi maaf saya lagi ada urusan. Kalau saya gak lagi ada urusan saya pasti mau" jawab berlian santun lagi
"Wah kalau gitu tante ngucapin makasih banyak ya"
"Iya tan. Saya permisi dulu ya" jawab berliar sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan mereka.
"Siapa sich dia vin? Ganteng banget" tanya tante prita
"Och dia... ach aduh aku emang bener bener gak tau diuntung ya" kata vina sambil memegang kepalanya
"Emang knapa vin??" Tanya tante prita bingung
"Iya aku udah ditolong sama dia, udah ngobrol lama sama dia, tapi masak gak nanya namanya, aduh.." jawab vina gelisah
"Itu tandanya kalian akan dipertemukan lagi"
"Kok gitu tan?"
"Iya itu sich cuman perkiraan tante aja sich. Tapi kalau kamu ketemu dia lagi usahain tau namanya dan jangan lupa bilang trima kasih ya!?"
Vina hanya menjawabnya dengan mengangguk.
"Ayok kita pergi pak!" Perinta tante prita pada sopirnya.
Akhirnya vina dan tante prita meninggalkan statiun kereta yang meninggalkan kesan pertama tentang jakarta yang sangat luar biasa.
                     ¤*@#$&&$#@*¤

Sesampai dirumah, vina dibantu tante prita membereskan barang-barangnya. Setelah makan malam, tante prita dan vina berbincang-bincang selayaknya dua wanita muda yang saling curhat. Och ya aku belum memperkenalkan tante prita pada pembaca. Tante prita adalah sibungsu dari anak nenekku yang no 7. Hehehe... nenek buyutku punya anak 9 orang dan semuanya sudah punya cucu. Aku termasuk salah satu cucunya. Aku cucu dari nenekku yang ke-4. Tante prita itu hampir seumuran dengan kak rima. Kak rima adalah sulung dalam keluargaku. Dia kakak pertamaku yang memiliki tahun kelahiran 1982. Sedang tante prita lahir pada tahun 1980. Ya pembaca bayangin sajalah bagaimana keluarga besar kami.
Karna umurnya tak jauh beda dengan kak rima, jadi aku sudah merasa nyaman disampingnya. Apa lagi untuk seumurnya, dia masih sangat nyambung dengan cara berfikirku yang lumayan aneh ini. Hehehe... *abaikan.

"Vina apa baju yang akan kamu pakai besok sudah kamu siapkan??" Tanya tante
"Och udah tan, aku tinggal tidur dan bangun lebih pagi aja. Soalnya aku gak tau kampusnya dimana"
"Ooo.. kalau itu gampang. Kebetulan tante lagi gak ada kerjaan besok. Biar tante yang anter kamu. Dan pulangnya biar om endru yang jemput kamu"
"Mang gak ngerepotin om endru ya tan??" Tanyaku cemas
"Gak kok, om endru itu seorang pekerja lepas. Jadi dia punya waktu free kapan saja"
"Tapi apa gak ngerepotin om endru tan?"
"Vina..! Kalau sampe om endru itu ngerasa repot hanya gara gara jemput kamu. Tante akan kasih pelajaran dia!!" Kata tente sambil meninju ninju tangannya.
"Siapa sich yang mau dikasih pelajaran??" Suara itu menganggetkan tante prita dan aku. Ternyata itu adalah suara om endru.
"Ech sayang" sapa tante prita lembut padanya.
"Iya siapa yang mau kamu kasih pelajaran itu??" Tanya om endru lagi dengan senyum lembutnya.
"Kamu" jawab tante prita sambil menunjuk hidung om endru
"Aku?? Kenapa aku??"
"Iya vina takut kamu merasa repot kalau kamu jemput vina dikampusnya"
Om endru tercengang dan melihat kearah vina. Vina hanya menyambutnya dengan menundukkan wajahnya malu bercampur rasa bersalah. Melihat ekspresi vina, om endru langsung tersenyum dan berkata "tenang om selalu punya waktu kok buat kamu. Dan lagi om juga tahu pasti kamu itu siapa"
Mendengar hal itu membuat vina sekaligus tante prita bingung. "Maksud om apa??"
"Iya say, maksud kamu apa??"
"Iya... aku tau kalau kamu itu keponakan kesayangannya prita. Dan..."
"Dan apa om??" Vina makin penasaran.
"Om gakkan lupa apa yang telah kamu lakukan dimasa lalu"
Sumpah mendengar itu membuat aku makin bingung. Memangnya apa yang telah kulakukan dimasa laluku??.
"Kalau tidak karna campur tanganmu, sekarang mungkin prita telah menikah denga pria pilihan ayahnya. Karna kamu telah melakukan hal yang sangat gila itu om jadi bisa mempersunting bidadari surga yang sangat cantik ini" sambung om endru sambil memeluk tante prita.
"STOOOP!!" Teriakanku sungguh membuat om dan tante jadi terkejut dan menghentikan aktivitasnya. Dengan bingung mereka melihat kearahku.
"Kalian boleh berpelukan disini, tapi jangan lebih dari itu. Kalau kalian menginginkan lebih pergilah kekamar atau sewa kamar hotel sekalian. Kalian benar benar merusak anak kecil yang lugu dan polos ini" kataku dengan ekspresi sedih yang lebay.
Melihatku membuat om dan tante tertawa geli dan tante prita berkata "ooo jadi orang seperti kamu itu lugu dan polos ya??". "Iya!" Jawabku bagai anak kecil. "Ya sudah kalau gitu biar om ambil spidol dulu ya buat coret wajah kamu biar gak polos lagi"
Jawab om endru innocent.
"Aaa.. om!!" Aku hanya bisa kesal mendengarnya apalagi melihat gayanya mengatakan itu semua. "Ya sudah... ya sudah kalau gitu kamu tidur gih biar besok kamu bisa bangun pagi" kata tante menguraikan semuanya. " awas ya kalau kamu telat bangun. Om bakal masukin kamu kekolam buat bangunin kamu" ancam om endru. Dengan polosnya aku meresponnya seperti anak kecil yang sangat marah dan ngambek. Hanya bisa cemberut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar