Minggu, 29 September 2013

Dear ma blog 2

Sekarang aku tau siapa yang peduli padaku dan siapa yang selalu ada didekatku ketika aku di atas.

Ini memang tidaklah enak. Tapi ini juga wajar. Toch memang semua manusia seperti itu. Hanya ingin berbagi senang. Giliran berbagi susah ntah hilang kemana. Tapi aku percaya kok bahwa tak semua manusia yang seperti itu.

Tak usah tunjukan wajah malaikatmu padaku, karna ku tau siapa dirimu

Walau aku sekarang lagi dibawah, dia malah sedang bahagia sekarang. Dia menunjukan kebahagiaannya kepadaku. Dia bahagia karna dia telah memiliki uang banyak. Dengan uang itu ia akan membeli kendaraan dengan cash. Dia melakukannya. Dia terlihat sangat bahagia dengan uang yang dimilikinya sekarang. Disaat aku tak lagi memiliki uang sepersen pun.

Aku juga turut bahagia atas kebahagiaanya. Karna ia juga turut pusing karna masalah yang aku buat. Bahkan ia juga bilang kalau aku ini menyusahkan mereka....

Aku tau kok aku cuman jadi beban keluarga. Dan bukannya aku telah bilang dari jauh jauh hari. Jika tidak menginginkan keberadaanku kenapa tidak buang saja aku. Kenapa tidak bunuh saja aku. Aku sungguh lelah dengan ini semua.

Sekuat apapun aku berusaha tetap saja aku ini menjadi beban buat mereka. Walau disaat mereka jatuh aku selalu ada buat mereka, tapi disaat aku jatuh. Mereka malah menyalahkanku, memarahiku, mengatakan aku ini bodoh, ceroboh, hanya beban yang selalu menyulitkan mereka.

Sekarang aku paham siapa mereka. Aku sekarang memang butuh mereka. Walau mereka tak menginginkan keberadaanku. Tapi setelah aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri. Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk tak mengganggu mereka. Aku janji...!!!

Me??

Sabtu, 28 September 2013

Dear ma blog 29,09,2012

Hari ini mungkin bukan hari terberat yg pernah kulalui dalam hidupku. Tapi hari-hari belakangan ini memang melelahkan.
Persoalan yg berakhir dengan masalah keuangan ini memang cukup rumit. Memang setiap waktu kita selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan. Dan terkadang kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Kita harus tetap memilih walau kita tahu tak ada satu pun dari yang kita pilih akan membuahkan hasil yang bagus.
Jika kamu memilih A kamu akan tersiksa batin, jika kamu memilih B kamu akan mengalami krisis keuangan. Ya mungkin lebih tepatnya bukan kamu. Tapi aku. (Cengengesan sambil garuk kepala bagian blkg)
Yups..! Karna jika aku bertahan, batinku, hatiku, perasaanku, kepalaku, akan sakit. Tapi kalau aku milih untuk berhenti, hatiku, batinku, perasaanku tidak sakit. Walau jujur sekarang gigiku lagi sakit (hehehe.. *abaikan). Tapi aku telah menyulitkan satu keluarga besarku karna masalah keuangan yang aku ciptakan sendiri.
Yeach.. hidup di rantau orang hanya dengan bermodalkan ijazah smk itu tidaklah mudah.

Mulai hari ini aku akan berusaha keras untuk berubah. Merubah diriku yang dulu. Diriku yang terlalu bodoh dalam keangkuhan, keegoisan, dan sepertinya aku memang telah lupa daratan dan juga telah melupakan siapa diriku sebenarnya. Aku telah melupakan pantangan terbesar yang tak boleh aku lakukan dalam hidupku. Yaitu aku tidak boleh meluapkan amarahku walau bahkan aku telah ditindas sekalipun.
Aku tak tau kenapa. Tapi setelah kupikir pikir mungkin alasanya adalah ketika kita dalam keadaan yang dipenuhi dengan amarah, kita akan sulit tuk mengambil keputusan yang benar. Atau mungkin itu memang sebuah kutukan yang diberikan ntah oleh siapa kepadaku.

Yang penting sekarang. Dan kuharap sekarang ini hanyalah langkah awal. Dan akan berlanjut sampai seterusnya. Aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku untuk meredakan hingga menghilangkan egoku, gengsiku, sifat naifku, & sifat negatif thinkingku terhadap keluargaku. Agar aku bisa benar benar mewujudkan mimpiku. Agar aku bisa membuat orang tuaku tersenyum.

Jika ada seorang anak yang bercita cita menjadi artis, model, astronot, guru, dll. Aku malah hanya bercita cita untuk membuat orang tuaku tersenyum. Karna hatiku selalu sakit ketika melihat mereka menangis. Apalagi jika air mata itu keluar karna aku. Walau sepertinya sekarang aku telah membuat air mata itu jatuh ke pipi mereka. Aku seperti tak berdaya. Jika disuruh memilih, aku lebih memilih aku tersiksa dunia akhirat dari pada harus membuat orang tuaku menitikkan air mata.

YA ALLAH apa yang harus aku lakukan....???
Para pembaca ada yang mau bantu??
Jangan lupa koment ato kasih aku saran terbaik yang kalian fikirkan. Plis.. bantu aku!!???