Sekarang aku tau siapa yang peduli padaku dan siapa yang selalu ada didekatku ketika aku di atas.
Ini memang tidaklah enak. Tapi ini juga wajar. Toch memang semua manusia seperti itu. Hanya ingin berbagi senang. Giliran berbagi susah ntah hilang kemana. Tapi aku percaya kok bahwa tak semua manusia yang seperti itu.
Tak usah tunjukan wajah malaikatmu padaku, karna ku tau siapa dirimu
Walau aku sekarang lagi dibawah, dia malah sedang bahagia sekarang. Dia menunjukan kebahagiaannya kepadaku. Dia bahagia karna dia telah memiliki uang banyak. Dengan uang itu ia akan membeli kendaraan dengan cash. Dia melakukannya. Dia terlihat sangat bahagia dengan uang yang dimilikinya sekarang. Disaat aku tak lagi memiliki uang sepersen pun.
Aku juga turut bahagia atas kebahagiaanya. Karna ia juga turut pusing karna masalah yang aku buat. Bahkan ia juga bilang kalau aku ini menyusahkan mereka....
Aku tau kok aku cuman jadi beban keluarga. Dan bukannya aku telah bilang dari jauh jauh hari. Jika tidak menginginkan keberadaanku kenapa tidak buang saja aku. Kenapa tidak bunuh saja aku. Aku sungguh lelah dengan ini semua.
Sekuat apapun aku berusaha tetap saja aku ini menjadi beban buat mereka. Walau disaat mereka jatuh aku selalu ada buat mereka, tapi disaat aku jatuh. Mereka malah menyalahkanku, memarahiku, mengatakan aku ini bodoh, ceroboh, hanya beban yang selalu menyulitkan mereka.
Sekarang aku paham siapa mereka. Aku sekarang memang butuh mereka. Walau mereka tak menginginkan keberadaanku. Tapi setelah aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri. Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk tak mengganggu mereka. Aku janji...!!!