Hari ini mungkin bukan hari terberat yg pernah kulalui dalam hidupku. Tapi hari-hari belakangan ini memang melelahkan.
Persoalan yg berakhir dengan masalah keuangan ini memang cukup rumit. Memang setiap waktu kita selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan. Dan terkadang kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Kita harus tetap memilih walau kita tahu tak ada satu pun dari yang kita pilih akan membuahkan hasil yang bagus.
Jika kamu memilih A kamu akan tersiksa batin, jika kamu memilih B kamu akan mengalami krisis keuangan. Ya mungkin lebih tepatnya bukan kamu. Tapi aku. (Cengengesan sambil garuk kepala bagian blkg)
Yups..! Karna jika aku bertahan, batinku, hatiku, perasaanku, kepalaku, akan sakit. Tapi kalau aku milih untuk berhenti, hatiku, batinku, perasaanku tidak sakit. Walau jujur sekarang gigiku lagi sakit (hehehe.. *abaikan). Tapi aku telah menyulitkan satu keluarga besarku karna masalah keuangan yang aku ciptakan sendiri.
Yeach.. hidup di rantau orang hanya dengan bermodalkan ijazah smk itu tidaklah mudah.
Mulai hari ini aku akan berusaha keras untuk berubah. Merubah diriku yang dulu. Diriku yang terlalu bodoh dalam keangkuhan, keegoisan, dan sepertinya aku memang telah lupa daratan dan juga telah melupakan siapa diriku sebenarnya. Aku telah melupakan pantangan terbesar yang tak boleh aku lakukan dalam hidupku. Yaitu aku tidak boleh meluapkan amarahku walau bahkan aku telah ditindas sekalipun.
Aku tak tau kenapa. Tapi setelah kupikir pikir mungkin alasanya adalah ketika kita dalam keadaan yang dipenuhi dengan amarah, kita akan sulit tuk mengambil keputusan yang benar. Atau mungkin itu memang sebuah kutukan yang diberikan ntah oleh siapa kepadaku.
Yang penting sekarang. Dan kuharap sekarang ini hanyalah langkah awal. Dan akan berlanjut sampai seterusnya. Aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku untuk meredakan hingga menghilangkan egoku, gengsiku, sifat naifku, & sifat negatif thinkingku terhadap keluargaku. Agar aku bisa benar benar mewujudkan mimpiku. Agar aku bisa membuat orang tuaku tersenyum.
Jika ada seorang anak yang bercita cita menjadi artis, model, astronot, guru, dll. Aku malah hanya bercita cita untuk membuat orang tuaku tersenyum. Karna hatiku selalu sakit ketika melihat mereka menangis. Apalagi jika air mata itu keluar karna aku. Walau sepertinya sekarang aku telah membuat air mata itu jatuh ke pipi mereka. Aku seperti tak berdaya. Jika disuruh memilih, aku lebih memilih aku tersiksa dunia akhirat dari pada harus membuat orang tuaku menitikkan air mata.
YA ALLAH apa yang harus aku lakukan....???
Para pembaca ada yang mau bantu??
Jangan lupa koment ato kasih aku saran terbaik yang kalian fikirkan. Plis.. bantu aku!!???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar